*anak (nama ayu)terhadap ayahnya:
"pak, ayu sangat sayang sama bapak. aku ingin bapak sehat terus, bapak juga ingin kan? oh iya bapak ingin ayu mendapat nilai 10 dan ranking 1 di sekolah. bagaimana kalau kita bikin kesepakatan. jika ayu mendapat nilai paling baik dan ranking 1 di sekolah, bapak berhenti merokok, setuju kan? bapak gak usah khawatir, nanti ayu bantu supaya bapak tidak pusing, mulut asam atau yang lainnya dengan metode baru yang telah ayu pelajari' OK."
* istri (namanya maya)kepada suami:
"Mas, sekarang anak kita sudah 5 tahun, 13 tahun lagi kita akan membiayai kuliah. Sekarang biaya kuliahnya lumayan mahal! Tadi saya hitung-hitung, biaya rokok yang mas keluarin selama 13 tahun sebesar 40 juta rupiah. bagaimana kalau uang itu maya tabung untuk biaya kuliah anak kita nanti, mas setuju kan? maya sudah siapkan celengan dan tabungannya kok.oh iya, mas jangan khawatir, nanti maya bantu deh gimana cara menghilangkan kebiasaan merokok, nanti biar mas gak jadi perokok lagi dan gak ada lagi namanya kebiasaan merokok. sepakatkan? ini demi anak kita kelak!"
*Bos kepada karyawan:
"demi kesehatan semua karyawan yang ada dalam perusahaan ini, saya memilih kebijakan tidak boleh ada karyawan yang jadi perokok. bagi yang sudah terlanjur jadi perokok, akan di bantu mengatasi maslahnya. Pilihannya hanya satu, yaitu setuju, demi kesehatan semua karyawan yang ada disini. saya juga akan berhenti merokok!"
*udin ke temannya (agus):
"gus ada info menarik ini! kamu kan merokok udah lama, ada rencana berhenti kan? (jenis pertanyaan yang mengarahkan, biasanya jawabannya ada). Aku dapat ilmu baru nih, cara membuat rokok dari enak jadi sebaliknya, aku praktekin yah...? gratis... untungnya buat kamu sendiri dan keluargamu saja. ok..!"
bila orang yang anda bujuk belum mau, jangan di paksakanBerilah ia kesempatan untuk berfikir ulang.
sumber: bayu wirawan praktisi stop smoking indonesia









0 komentar:
Posting Komentar